Kemenkop Kampanyekan Gemaskop Mulai Dari SD

Minggu, 04 Juli 2010




KEMENTRIAN Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Ke-menkop UKM) terus melakukan sosialisasi terhadap program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Ge-maskop). Gemas-kop akan dikampanyekan mulai dari Sekolah Dasar (SD). Hal itu diutarakan Menkop UKM Syarief Hasan dalam perbicangan dengan Rakyat Merdeka akhir pekan ini. Menurutnya, gerakan pentingnya berkope-rasi sedang dan sudah dilakukan sejak dini yaitu di sekolah-sekolah.

"Gerakan tersebut [ Gemas-kop, red ] harus dilakukan sejak dini, di mana pendidikan koperasi bisa diterapkan di Sekolah Dasar," kata Syarief. Dengan mensosialisasikan gerakan berkoperasi pada sekolah-sekolah dapat membantu para pelajar menumbuhkan rasa kebersamaan, memiliki dan tanggungjawab antar sesama siswa.

"Koperasi sekolah (Kopsis) sangat membantu bagi para siswa untuk mengembangakan potensinya dalam bidang ekonomi dan sebagai latihan bertanggung jawab dan kemandirian siswa," katanya. Pembentukan Koperasi Sekolah dikalangan siswa dilaksanakan dalam rangka menunjang pendidikan siswa dan latihan koperasi. Dengan demikian, tujuan pembentukannya tidak terlepas dari tujuan pen-didikan dan program pemerintah dalam menanamkan kesadaran berkoperasi sejak dini

Selain itu, pendirian koperasi di sekolah-sekolah mulai dari SD, SMP dan SMA diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi, mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan sebagainya.

Dalam mendirikan koperasi sekolah, kata Syarief, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang diharapkan. "Kalau dilakukan semua akan menyadari pentingnya berkoperasi yang secara lidak langsung dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi," katanya. Soalnya, tujuan koperasi sendiri adalah memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Lanjutnya, pada dasarnya koperasi bisa menyerap tenaga kerja, mengurangi angka kemiskinan. "Karena koperasi sendiri adalah dari anggota untuk anggota. Tentunya, pendidikan sejak dini sangat dipcrlulkan," katanya. tim

Read more...

Sabtu, 19 Juni 2010

Read more...

Warga Lihat 2 Teroris di Cawang Masih Hidup Saat Dibawa ke Mobil

Rabu, 12 Mei 2010

Megapolitanpos.com: Sejumlah warga di sekitar lokasi penyergapan teroris di Cawang, Jakarta Timur melihat kalau dua dari 3 teroris yang ditangkap masih hidup. Hal ini berlawanan dengan keterangan dari pihak RS Polri yang menyatakan 3 teroris di Cawang sudah tak bernyawa saat masuk ke rumah sakit.

"Yang hidup dua orang. Yang meninggal satu. Tahunya masih hidup karena mereka dibawa ke dalam mobil. Sedangkan yang satu ditembak," kata salah seorang warga di sekitar lokasi yang enggan disebut namanya, Kamis (13/5/2010).

Warga tersebut menceritakan saat itu tiga orang yang diduga teroris turun dari taksi. Satu di antaranya langsung menaiki motor yang ada di lokasi. Dua orang lainnya berjalan ke arah Pusat Grosir Cililitan (PGC).

Namun tiba-tiba saja sejumlah pria berbadan tegap yang bermuka kumel dan kucel datang dari segala arah. Belum sempat mengendari motornya, seorang pria tersebut kemudian ditembak.

"Dia terus tersungkur. Terus nggak lama dia takbir," jelasnya.

Menurut saksi, warga di sekitar lokasi termasuk kakak ipar dan kakak kandungnya ikut menyaksikan kejadian bak mirip film-film Hollywood tersebut. Tanpa melawan dan tanpa memberontak, pria yang mau naik motor itu ditembak.

Karena mendengar suara tembakan ke arah temannya, dua orang laki-laki lainnya kemudian berlari. Pria-pria berbadan tegap itupun mengejar kedua pria tersebut. Keduanya pun tertangkap.

"Kata kakak saya yang lihat langsung, satu dipukul pakai pistol. Satu lagi dipukul pakai batu besar wajahnya sampai berdarah-darah. Mereka tidak melawan dan tidak memberontak," ungkapnya.

Melihat kejadian tersebut, warga sekitar masih tak tahu apa gerangan yang terjadi. Tiba-tiba saja ada orang yang berteriak rampok. Tak lama kedua pria yang ditangkap tersebut ditaruh di tengah-tengah warga. Mendengar teriakan rampok tadi, warga kemudian ikut menghakimi kedua pria tadi.

"Nggak tahu siapa yang berteriak. Jadi warga ikut gebukin," imbuhnya.

Setelah itu, lanjut saksi ini, keduanya pun dibawa hidup-hidup ke mobil. Sedangkan satu pria yang sudah tewas tersebut juga sudah digotong ke dalam mobil.

Sebelumnya keterangan saksi ini berbeda dengan keterangan Kepala RS Polri Brigjen Pol Budi Siswanto. Budi menjelaskan ada 5 jenazah yang masuk ke RS Polri. 3 jenazah dari Cawang dan dua jenazah dari Cikampek Timur. Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi yang terjadi.(detik)

Read more...

BHD: Susno Dijerat Kasus Arwana, Tidak Ada Kasus Lain

Senin, 10 Mei 2010

Jakarta - Tidak ada kasus lain yang saat ini menjerat Komjen Susno Duadji. Mantan Kabareskrim itu hanya menjadi tersangka untuk kasus suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL).

"Tidak," ujar Kapolri Bambang Hendarso Danuri pendek, usai menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional di Istana Negara, Jalan MedanMerdeka Utara, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Saat itu, BHD ditanya apakah ada kasus lain yang menjerat Susno. Namun lanjut BHD, bukan tidak mungkin Susno akan dikaitkan dengan kasus-kasus yang lain. PT SAL menjadi pintu masuk untuk proses berikutnya.

"Arowana adalah pintu masuk dari proses berikutnya, ini hak penyidik untuk menetapkan Pak Susno sebagai tersangka," lanjut BHD.

Lalu apa peran Susno dalam kasus Arowana? "Itu kan diawali dengan saudara Haposan yang minta tolong Pak Susno untuk menangani kasus Arowana. Dari situlah berangkat kasus Gayus," kata BHD.

Susno telah dijerat dengan pasal penyuapan dan dijadikan tersangka. Susno juga telah ditahan di Mabes Polri sejak Senin 10 Mei kemarin. detik.com



Read more...

Pengunjung Megapolitanpos.com

Website counter

  © Blogger template The Professional Template II by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP